Uncategorized

Catatan Tentang Kepala Daerah: Leadership is Not Only Position but Action

 

Hanya segelintir tulisan (non ilmiah) untuk meramaikan euforia Pilkada dan mengobati kerinduan akan kelas Kepemimpinan Dalam Sektor Publik :’)-

follow-leader.jpg

Sosok Kepala Daerah kian menjadi sorotan seiring dengan banyaknya prestasi maupun kontroversi yang meramaikan media beberapa tahun ini. Siapa yang tidak kenal dengan beberapa Kepala Daerah seperti Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) si koko ganteng yang kalo kita liat di Tv sering banget marahin orang-orang yang kerjanya ga bener, Ibu Risma yang sangat tegas, Ridwan Kamil yang charming dan gaul (ku ngefans banget), Bapak Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi dengan segala macem inovasinya, Bapak Nurdin Abdullah yang banyak banget prestasinya dan sering banget dibahas sama dosen-dosen ku dulu, ada juga Ganjar Pranowo, Yoyok Riyo Sudibyo, Dedi Mulyadi, dan masih banyak lagi sosok Kepala Daerah keren lainnya. Selain prestasi , sosok Kepala Daerah juga sering diberitakan karena kontroversinya, misalnya saja kasus korupsi, kasus suap dll yang bikin kita pesimis “kalo kepala daerahnya gini gimana masyarakatnya mau maju”.

Mengutip kata Mc Gannon, “leadership is not position but action”.  bisa dibilang posisi Kepala Daerah dianggap strategis bagi beberapa orang yang punya niat baik dan yang punya niat buruk. Kalau yang punya niat baik pastinya untuk memajukan daerahnya sedangkan yang punya niat buruk posisi ini bisa dibilang adalah lahan untuk memperoleh kekayaan pribadi sebesar-besarnya, membangun dinasti politik, atau batu loncatan untuk maju Pilpres dan meninggalkan daerahnya (ini ga tau ya buruk atau baik tergantung dilihat dari segi mana) sehingga kepemimpinan Kepala Daerah seharusnya dimaknai dari aksi-aksi yang dapat dia lakukan bagi daerah.

Untuk menjalankan aksinya, Kepala Daerah harus memahami permasalahan apa saja yang menjadi fokus untuk diselesaikan. Selain itu Kepala daerah juga harus memahami karakteristik wilayahnya, hal ini berkaitan dengan cara yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah daerahnya. Misalnya saja untuk meningkatkan PAD dan memberantas kemiskinan, maka mereka harus mengerti post-post mana saja yang mampu mendongrak pendapatan daerah. Seperti yang telah dilakukan oleh Bupati Banyuwangi yang berhasil meningkatkan PAD sebesar 22,29 persen (detikcom) sehingga tinggat kemiskinan di Banyuwangi pun dapat berkurang. Lain hal yang dilakukan oleh Ridwan Kamil, ia adalah sosok yang sangat mengerti karakteristik masyarakat Kota Bandung, ia memimpin Bandung dengan cerdas, tegas, dan juga sangat santun, tidak heran kalau warga Bandung begitu mencintainya karena ia berhasil membuat Bandung menjadi Kota bahagia.

Dalam melaksanakan aksinya Kepala Daerah juga harus melek hukum dan memahami wilayah mana saja yang rawan terjadi korupsi, jangan sampai aksi-aksi yang dilakukan malah mengarah kepada tindak pindana korupsi. Hal ini pernah terjadi pada mantan Bupati Sragen yang menciptakan inovasi besar (masuk ke dalam 99 Inovasi terbaik pelayanan publik) namun justru menyeretnya pada penyalahgunaan APBD. Saat kasus tersebut terjadi, Kepala Daerah memang belum memiliki payung hukum yang jelas untuk melakukan inovasi, namun saat ini Undang-undang 23 tahun 2014 telah mengatur regulasi mengenai inovasi pemerintah daerah meskipun Peraturan Pemerintahnya belum diterbitkan, sehingga Kepala Daerah tidak perlu ragu lagi untuk melakukan inovasi di daerahnya.

Tahun depan, sebanyak 101 daerah yang terdiri dari 7 Provinsi, 76 Kabupaten dan 18 Kota akan melangsungkan pesta demokrasi untuk menentukan sosok yang akan memimpin wilayahnya. Pilihan memang ada ditangan kita masing-masing (apapun dasarnya) namun, ada baiknya untuk mengenali sosok yang akan kita pilih karena bagaimanapun merekalah yang akan menjadi pioneer bagi kesuksesan otonomi suatu daerah.

Bagi para Kepala Daerah: Ditunggu Pak, Bu aksi-aksi heroiknya!!!!!!!!!!!

 

Advertisements
Uncategorized

Rekomendasi KShow: Please Take Care of My Refrigerator

Kali ini aku mau bahas tentang salah satu variety show Korea yang recommended banget buat di tonton dan menjadi favoritku selain Runningman, Crime Scene dan The Genius. Judulnya Please Take Care of My Refrigerator atau biasa disingkat PTCOMR, di Korea emang lagi hits banget cooking show macem acara ini soalnya ada juga beberapa acara yang mirip-mirip dan aku belum sempet tonton. Sebenarnya acara ini udah dari tahun 2015 namun ku baru sempat berbagi cerita sekarang hahaha.

PTCOMR ini tayangnya di JTBC (tv kabel Korea), jadi isi acara ini tentang apa? Masak-masak doang kah?

1

Di awal acara kita disuguhkan dua MC kocak yang sering banget bilang “buttake” dan 8 Chef yang nantinya akan saling bertanding. Ga semua chef di acara ini bener-bener chef, maksudnya ada juga yang amatir chef, tapi skill masak nya ga bisa diremehin, bahkan sering juga mengalahkan yang beneran chef. Inilah 8 chef yang beberapa kali ganti formasi (ada yang keluar dan diganti chef lain).

2

 

Kemudian ada dua bintang tamu (aktris, aktor, idol, macem-macem lah) dan kulkasnya yang dateng ke acara ini, jadi nanti kulkas si bintang tamu akan di bedah isinya (?), apapun yang ada didalam kulkas si bintang tamu ini nantinya jadi bahan masakan buat si chef dan si bintang tamu akan me-request tema masakan yang dipertandingkan. Dalam satu episode, ada 4 chef yang masak buat satu bintang tamu, biasanya ada 2 tema masakan yang di request satu bintang tamu, nah 4 chef sisanya tanding buat bintang tamu lainnya buat episode mendatang.

Acara ini jadi seru kalau si bintang tamu kulkasnya sepi, alias ga ada apa-apa kayak pas episode Sunggyu (Infinite), doi kulkasnya jorok banget dan banyak bahan-bahan yang udah kadaluarsa bahkan busuk hahaha

72161058.2
Semua kebauan kulkas sunggyu (kulkas dorm Infinite lebih tepatnya)

episode GDragon juga seru karna di kulkas doi banyak banget bahan bahan mewah kaya truffle sama caviar.

339157_original
Truffle punya GD ini dari Paris, Chef Choi sampe kaget

Dicara ini aku punya 3 chef yang ku suka banget, mereka adalah…………..jeng jeng!

Chef KIM POONG

06cws0cmcykrut4novy5edm6qc7y3vu2

Pertama kali liat Kim Poong  sebenernya di The Genius Season 1, doi fav ku juga di The Genius selain Hong Jinho. Kim Poong jadi amatir chef karena doi sebenernya adalah penulis webtoon, tapi skill masak doi ini bener-bener keren. Seringkali masakan Kim Poong diketawain orang-orang karena namanya aneh atau bahan-bahannya aneh atau gaya masaknya yang aneh tapi pas udah sesi icip-icip makanan Kim Poong sering banget bikin orang ketawa karena ga nyangka rasanya enak (ini sering banget ada GS yang tiap icip makanan Kim Poong ketawa karena masakannya enak).

Chef LEE YEON BOK

image_05f4817d-32f9-47c4-addd-ef9f4a6485a5

Kalo LYB ini chef yang bener-bener chef, dia sebenernya spesialis chinese food tapi kayanya semua masakannya ga pernah gagal dan selalu enak (menurut yang udah nyobain, q kan hanya bisa nonton). Aku suka banget sama LYB karena kalo masak selalu keren apalagi skil motong-motongnya yang rapih banget, doi juga orangnya kayanya baik dan ga sombong gitu meskipun bisa dibilang expert banget dan udah senior banget. Chef LYB ini ternyata mentor nya Kim Poong, pernah suatu waktu mereka tanding di sesi yang sama dan kocak banget 😀

Chef SAM KIM

iMhhx9v-540x303

Chef ini juga bukan amatir, kalo Chef SK doi spesialis masakan Itali. Setiap tanding chef SK entah kenapa mukanya tegang banget, jadi sering dibercandain MC dan chef chef lain karena selalu grogi. Ku suka dia karena ku pernah nonton acaranya juga, namanya You Can Cook With Chef Sam Kim selain itu dia juga daddy-able banget (cek aja instagramnya).

Sebenernya aku juga suka chef Lee Won Il karena dia ekspresinya selalu lucu tapi urutan ke empat xoxo.

p.s: terima kasih bebes yang selalu download-in acara ini, jadi ku ga perlu download sendiri deh :>

my room

SKRIPSI (tidak se-menyeram-kan yang orang-orang bilang)

Halooooooooooooooo semuanyaaaa

Udah setahun lebih ga meramaikan blog ini dengan tulisan-tulisan alay dan sepertinya blog ini juga ga ada pengunjungnya hahaha, akhirnya aku kembali. Sedikit berbagi kabar baik bahwa 26 Agustus kemarin aku wisuda! yeay! setelah empat tahun penuh perjuangan baik suka maupun duka hahaha. Aku mau berbagi tulisan yang semoga aja ada manfaatnya (walaupun dikit), tulisan ini didasari atas pengalaman pribadi, jadi kalau beberapa merasa tulisan ini kurang sesuai tolong jangan bully aku yah!

maxresdefault

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=i_91k3DSNbA&noredirect=1

Kalau denger kata skripsi pasti yang ada di pikiran kita beberapa diataranya adalah: masalah, turlap, dospem, sidang.

Masalah: kuliah lama-lama eh akhirnya buat lulus disuruh cari-cari masalah. Pertama kali yang kita lakukan buat bikin skripsi adalah mencari masalah untuk menentukan apasih yang mau kita tulis, tujuan kita nulis itu apa, dan output dari skripsi kita itu harus bisa menyelesaikan masalah yang ada. Cari masalah buat skripsi itu susah banget karena harus bener-bener factual problem, kalo mau yang gampang ya  cari masalah sama dosen aja *abaikan. Setelah tau masalah apa yang mau diangkat ya sok aja susun latarbelakang dan mencari teori yang sesuai. Selain mencari masalah, cari teori juga susah-susah gampang, yang penting jangan males buat cari dan baca buku/jurnal, beberapa jurnal internasional yang sering ku kunjungin paling jstor atau proquest (karena gampang aksesnya). Satu lagi yang paling penting dalam nulis skripsi menurutku itu kesinambungan antara semua bab, ketika kamu udah menemukan itu inshaallah skripsimu akan baik baik saja.

Turlap alias turun lapangan: beberapa skripsi mengharuskan kamu untuk turun langsung ke lapangan. Turlap itu butuh banyak pengorbanan, dari mulai korban uang maupun korban kesabaran. Kita pasti butuh uang untuk pergi kesana kemari cari responden/narasumber, buat souvernir, dan ngeprint segala macemnya. Untuk menghadapi kekurangan uang sebenarnya bisa pake banyak cara:

  • Ngumpulin uang buat skripsi dari jauh-jauh hari
  • Cari site jangan yang jauh-jauh
  • Cari sponsor atau beasiswa skripsi
  • Souvernir cukup ucapan terima kasih atau kalo mau ngasih juga handmade aja (?)

Selain uang, kita juga perlu siapin banyak kesabaran dalam menghadapi hal-hal yang gak kita duga sebelumnya dilapangan. Banyak kasus skripsi yang terhambat ketika turun lapangan misalnya aja: ternyata ga ada masalah apa-apa, ditolak narasumber, kesulitan dapat data dll. Kuncinya ya sabar dan jangan menyerah, pasti ada aja pertolongan tuhan yang ntah datengnya dari mana aja (based on true story).

Dosen pembimbing: inilah yang sering banget dikeluhin banyak orang. Skripsi itu kolaborasi kamu sama dosen, walaupun persentasenya engga sebanding, tapi pasti ada kontribusi dosen didalamnya. Sebenernya bingung juga mau kasih tips kaya gimana karena tipe dosen yang macem-macem dan beda-beda, intinya sih menurutku kita wajib banget tau karakter dosen ini kaya gimana, suka dan gasukanya apa, supaya menghindari hal-hal yang gak dia suka. Menurutku juga semua dosen pasti ingin yang terbaik buat mahasiswanya jadi selalu berfikir positif juga akan membuat kamu mendapatkan banyak hal-hal positif 🙂

Sidang: sidang yang akan menentukan status kamu selanjutnya, bukan sidang tilang atau sidang perceraian, tapi sidang skripsi.

Kalau di UI dan di jurusan aku, untuk sidang skripsi ada dua tahapan, sidang proposal dan sidang laporan akhir.

Pertama sidang proposal, sidang ini membahas tulisan kita dari BAB 1-3 (sampai metode penelitian), menurutku sidang proposal itu krusial banget karena menentukan dasar dan rancangan penelitian kamu bakal gimana, disini kita akan dipertanyakan tentang hal-hal kaya (1) kenapa milih tema ini dan apa urgensinya (2) kenapa teori yang digunain kaya gitu (3) kenapa metode yang dipake seperti itu, dan banyak lagi. Disidang ini kita akan banyak dapat masukan dari dosen maupun teman (pembahas) yang nantinya bakal berguna banget terutama berkaitan sama kesinambungan skripsi dan turlap pastinya.

Kedua, sidang laporan akhir, sidang ini setelah turlap dan setelah skripsi udah bener-bener jadi (sampe udah ada simpulan dan rekomendasi). Menurutku kunci kesuksesan melewati sidang ini ya PD aja, karena kamulah yang paling tau dan paling ngerti mengenai isi skripsi kamu, ketika ditanya-tanya jawab yang yakin, jelas, dan jujur. Inshaallah lancar lancar aja sampai tahap akhir, tentunya setelah semua revisi juga selesai ;).

Setelah kamu melewati tahap skripsi, pasti kamu akan sadar ada banyak hal yang kamu dapat terutama selama proses pengerjaan. Pastinya pengetahuan juga akan bertambah karena banyak baca buku, data, artikel, jurnal dll, skripsi juga akan menambah relasi karena bisa ketemu banyak orang, apalagi kalo narsumnya orang-orang penting hahaha, selain itu kita juga akan banyak belajar tentang kesabaran, kejujuran dan kerja keras, menurutku ini pelajaran moral paling penting yang bisa kita dapat.

Semangat terus, skripsi ga se-menyeram-kan itu karena banyak hal yang lebih menyeramkan dihidup ini dan yang harus kita hadapi dibanding skripsi hahaha

Cheers