Uncategorized

Jakarta-Singapura-Malaysia

Akhirnya rencana liburan kali ini gak sekedar wacana. Awalnya emang rencana mau ke belitung atau lombok tapi atas usulan Alia dengan budget yang kita punya udah bisa ke dua negara sekaligus berangkatlah aku dan alia ke SG-KL.

Rencana keberangkatan

Sebenernya rencanaku keluar negeri udah dari kapan tau, cuma emang anaknya sok sibuk aja sampe bikin passport aja baru sekarang padahal dari kuliah dulu udah wacana bikin passport. Bikin passport sekarang ga seribet dan ga selama yang dibayangin, cukup daftar antrian online h-seminggu terus ngurusnya cukup 2 jam. berhubung imigrasi depok deket banget sama rumah jadi ngurus ini pun ga perlu izin ga masuk kantor.

Urusan tiket pesawat, akomodasi, itinerary, tukar uang semua Alia yang urus, maklum aja ini pertama kalinya aku ke luar negeri (padahal emang males juga hahaha). Kita naik pesawat yang lowcost dan ga nyampe sejuta untuk PP hehe. Jadi rutenya perjalananya Jakarta-Singapur, Singapur-Malaysia (Bus), Malaysia-Jakarta.

Day 1

Kita ke Bandara naik Hiba dari pol cimanggis (samping tol cijago) tiket nya seharga 60 ribu, turun di terminal 4 sekitar jam 10 pagi. Perjalanan JKT-SG sekitar 2 jam dengan perbedaan waktu jkt-sg 1 jam dan sampai lah di Changi jam 2 siang. Agak norak dan excited akhirnya sampe juga di negeri orang. Di Changi ada akses internet gratis dan isi minum gratis. Dari terminal 4 changi kita ke terminal 2 buat beli tiket MRT (SG Pass)

IMG_2115
Belinya di Terminal 2 Changi. Untuk dua hari bisa sepuasnya naik MTR. Harga 20SGD, 10SGDnya deposit dan bisa dikembalikan.

Penginapanku di daerah Bugis dekat Raffles Hospital, jadi dari Changi naik MRT transit di Tanah Merah terus lanjut naik MRT ke stasiun Bugis. Sebelum ke penginapan kita sholat dulu di Masjid Sultan (daerah bugis juga), susah banget cari tempat sholat di Singapur tuh makanya cari penginapan yang dekat Masjid juga.

Disini kita menginap di Five Stones Hostel, harga per-malamnya untuk kamar yang khusus cewe sekitar 230ribu, sekamar ada 8 kasur. Meskipun tempat tidur dan kamarnya kayak dorm produce 101 tapi nyaman banget, bersih, AC dingin, Wifi kenceng, pelayanan ramah.

Very Recommended untuk budget traveller source:vacation.hotwire

Habis magrib kita berangkat cari makan ke arah Victoria Street, karena bingung mau makan apa akhirnya aku makan nasi kari, Alia makan Laksa harga keduanya ga lebih dari 5 SGD.

 

bersambung…

 

 

 

Advertisements
Uncategorized

Unconditional Love

5718338658_836237b137_b

Unconditional love is known as affection without any limitations, or love without conditions. This term is sometimes associated with other terms such as true altruism or complete love.

Kalau dibahasa Indonesia kan mungkin artinya cinta tanpa syarat… hah emang ada cinta tapi tanpa syarat? saya pun masih bertanya-tanya akan hal tersebut.

kemarin, saya habis membaca sebuah postingan teman mengenai unconditional love disini kemudian kalo yang tau ada selebtwit sekaligus penulis (ko alex) juga pernah nulis tentang unconditional love disini kedua ceritanya hampir sama

Sepintas saya paham apa yang dimaksud cinta tanpa syarat… namun rasa-rasanya mungkin hanya 1 dari 1000 yang merasakan cinta tanpa syarat.

rasa cinta emang bukan buat pasangan saja, bisa ke orang tua, keluarga, sahabat, teman, bahkan ke hewan peliharaan.

Kadang dalam hubungan anak dan orangtua pun masih banyak tuntutan/syarat kemudian mendengar banyak cerita teman yang memiliki pasangan, bahkan yang sudah menikah pun mereka masih sering menuntut pasangannya ini dan itu.. dengan alasan untuk kebaikan bersama.

cinta sih tapi ada tapinya

sampe menulis ini pun saya masih belum paham sebenarnya yang dimaksud unconditional love… mungkin karena belum merasakannya

Ah tapi….rasanya…unconditional love harus diciptakan antara hubungan manusia dan tuhannya

mencintaiNYA tanpa syarat sepeti IA mencintai makhlukNYA…

-maaf kalo random

 

 

 

 

 

 

Uncategorized

Buku Cinta

duh tiba-tiba pengen nulis tentang Buku Cinta

Apaan sih buku cinta?

BEM FISIP UI, organisasi yang bisa dibilang rumah keduaku selama masa kuliah, 2 tahun aku di BEM dari mulai dari jadi staf jelata sampe naik kasta jadi Badan Pengurus Harian. Banyak banget pelajaran dan kenangan yang aku dapat dari BEM.

Jadi di BEM itu setiap akhir kepengurusan kita mengadakan yang namanya JJAK (Jalan-jalan Akhir Kepengurusan) karena tahun pertama aku jadi Staf di Biro PSDM dan JJAK ini adalah salah satu proker PSDM. Tahun 2013 kami JJAK di Pantai Sawarna, dan tahun 2014 kami JJAK di Anyer (ujung-ujungnya selalu pantai).

Namanya juga Jalan-jalan, di JJAK ini udah ga lagi ngomongin program kerja. Ada satu sesi JJAK (biasanya malam hari) dimana kita kumpul melingkar terus masing-masing orang diberikan buku kecil kemudian digilir dan diisi sama orang-orang disampingnya (gimana sih bahasanya)

IMG20180124091039
Bentuk Buku Cinta

Nah buku cinta ini boleh diisi tentang testimoni, kesan, pesan, pujian, hinanaan, bahkan makian buat si pemilik buku cinta.

PhotoGrid_1516762359195

IMG20180124090806
Sabar 🙂
IMG20180124091008
yang gak jelas pun ada
IMG20180124090857
hate speech pun ada haha

Esensi dari buku cinta ini adalah: Penilaian orang mengenai diri kita, yang kedepannya bisa buat refleksi atas diri sendiri. Buku cinta menggambarkan bagaimana kita selama ini berinteraksi dengan orang, kesan apa yang kita tinggalkan buat orang lain, meskipun mungkin hal-hal yang ga berkenan selama ini ga akan terungkap di buku cinta, tapi setidaknya kita bisa tau bagaimana pandangan orang terhadap diri kita.

dan satu lagi kalo lagi bete atau lagi kesel.. buka buku cinta dijamin ketawa-ketawa.

udah segitu aja ceritanya #bukan30haribercerita

Terima kasih BEM FISIP UI 2013-2014

tertanda

-meme yang suka marah-marah

 

Uncategorized

Bedanya Indonesia-Korea

Tulisan ini sama sekali ga bermaksud untuk menjelekan salah satu pihak, tapi untuk melihat beberapa fenomena entertainment dan social life yang berbeda dari dua negara tersebut.


Nikahan

Pernikahan artis korea biasanya bikin heboh para fansnya, ada yang ribut ga setuju, pura-pura ikhlas, atau langsung pindah haluan jadi haters. Beberapa artis nikah sama orang biasa dan beberapa lainnya nikah dengan sesama artis. Misalnya aja pasangan hits yang belum lama ini melangsungkan pernikahan, yak! Kim Tahe-Rain, pernikahan mereka digelar secara private dan amat sangat sederhana, padahal keduanya didaulat sebagai artis dengan kekayaan terbanyak di korea. Nah ini berbeda sama Lee Byung Hun-Lee Min Jung yang memilih pernikahan yang mewah.

rainmarries
Rain-Kim Tae Hee Wedding

Pernikahan super mewah juga dilakukan artis Indonesia, misalnya pernikahan Rafi-Nagita yang diperkirakan menghabiskan dana 3Mber, belum lagi kalo dana dari sponsor dihitung juga, mungkin bisa 10Mber kali ya. Ada juga pernikahan Anang-Ashanti yang bisa dibilang sebagai royal weddingnya Indonesia bahkan sampai dibikin reality show lahirannya hahahah. Kalo yang masih inget pernikahan Nazar-Musdalifah yang superheboh dengan tema 1001 malam itu sampai mendapatkan rekor MURI loh 😀

37813_large.jpg
Nasar-Musdalifah Wedding mengusung tema 1001 malam

Dari segi Make-up, pernikahan di Korea make-upnya juga lebih natural katanya sih supaya ga terlihat palsu didepan suaminya soalnya kan beberapa dari mereka sebelumnya udah palsu (re:oplas). Kalo di Indonesia justru Make-up pernikahan tebelnya bisa sampe 5centi katanya supaya lebih ON dan pangling (bahasa depoknya).

Tapi balik lagi, pernikahan kan sifatnya pribadi, masih banyak juga orang Koreya yang nikahannya mewah dan orang Indonesia yang lebih suka pernikahan sederhana dan private.


Pairing vs Gimmick

Buat yang suka Kdrama pasti sering banget pairingin (masang-masangin) ntah sesama main lead atau main lead sama second lead. Fans Kdrama banyak yang baperan (termasuk saya) dan suka halu delu supaya pemeran dramanya jadian/pacaran beneran, misalnya aja yang pernah nonton Wightlifting fairy Kim Bok Jo, banyak banget yang pingin Nam Jo Hyuk jadian beneran sama Lee Sun Kyung. Penonton Descendants of The Sun juga pasti pingin SongSong couple jadi real. Nah apakah si artis juga ikutan baper dan berujung cinlok?

nam-joo-hyuk-lee-sung-kyung-2
unni sunkyung kya kya cepet-cepet jadian yah sama namjo

Beberapa pasangan drama emang berujung jadian kaya Kim Soyeon-Lee Sangwoo (Happy Home) atau Yoo In Na-Hyunwo (sekarang udah putus) tapi hebatnya mereka adalah they are profesional, mereka jadian setelah drama selesai supaya gak mengganggu proses pembuatan dramanya, ada juga yang jadian diam-diam dan gamau terendus media. Tapi banyak juga yang gak baperan tuh bahkan fans sampe pegel nunggu kapan mereka bakal jadian.

Kalau di Indonesia sekarang lagi jaman-jamannya gimmick, gimmick agaknya jadi strategi marketing yang handal. Pairing emang sengaja dibuat supaya para abege bafer lebih tertarik dan lebih menjiwai tontonannya.

Artisnya baper ngga? Nah ini yang kadang-kadang bikin eneg kalo nonton TV lokal. Kehidupan cinta para artisnya bahkan melebihi drama yang mereka mainkan wkwk. Jujur aja saya dari dulu masih suka nonton sinetron lokal kaya gegees atau anak jalanan karena banyak hal lucu yang bisa kita ketawain dan bikin geleng-geleng sendiri (dapet juga sih hiburannya).


Pendek-Panjang-Berseri

Kebanyakan drama Korea hanya berdurasi 16-20 episode dan dengan tema yang macem-macem: romance, komedi, keluarga, worklife, detektif sampai thriller. Ada juga drama korea yang episodenya panjang tapi masih dalam batas wajar: Melody of Love (150an episode), You are my destiny (170an), Jewel in the palace (72 episode kalo ga salah). Drama korea juga banyak yang berseri, misalnya yang saya tau Vampir Prosecutor (1&2) dan Lets eat (1&2), untuk drama yang berseri bisanya konsep dan beberapa pemainnya berbeda dari season yang pertama.

lets_eat001
Lets Eat 2 (atas) 1 (bawah)

Kalau di Indonesia, sinema eletronik (sinetron) jarang banget yang episodenya pedek bahkan sampai ada sinetron yang episodenya sampai ribuan, kalau mau pendek ya jangan nonton sinetron tapi nonton ftv. Sebenarnya dulu SCTV sempat mengusung konsep sinetron pendek yang namanya COOKIES, durasinya hanya seminggu seinget saya, salah satu yang paling favorite itu Jungkir balik dunia sisi (pemerannya Putri Titian). Kebanyakan cerita sinetron Indonesia juga penuh intrik dan permasalahan yang berputar disitu-situ aja, panjangnya episode bahkan membuat kita bosan dan ngga tau endingnya gimana (ada juga sinet yang tiba-tiba ilang). Kalau sinetron berseri bahkan ada yang sampai 7 season (tersanjung, cinta fitri) dan  menghabiskan waktu bertahun-tahun sama mertua jahat hahah.

poster161poster2_bgcopy


Bisik-Bisik Tetangga

Song Hye Kyo untung tinggal di Korea, coba kalo di citayem udah diomongin tetangga: cantik, karir bagus, umur udah 34 tapi gak kawin-kawin” (dikutip dari @makmummasjid).

Buat sebagian orang tua di Indonesia kalo punya anak perempuan yang usianya udah diatas 26 tahun pasti was-was banget kalo anaknya belum ada rencana nikah atau bahkan belum punya pasangan, bisa bisa berujung dijodohin huhu. Kalau di Korea umur segitu justru lagi sibuk-sibuknya meniti karir liat aja Song Hye Kyo atau Choi Ji Wo kira-kira di Korea sana mereka digosipin tetangga gak ya karena belum nikah hahaha.

choi-ji-woo
Choi Ji Woo (41th)

Mengutip dari yonhapnews rata-rata usia pernikahan di Korea untuk laki-laki adalah 35,8 sedangkan untuk perempuan adalah 32,7 tahun tapi untuk artis kayanya masih banyak yang sampe 40 tahunan tapi belum nikah (mungkin fansnya belum rela juga kali ya :p)

Menurut saya kenapa di Indonesia bisa kaya gitu? Karena kalo dalam agama islam yang dianut oleh mayoritas orang Indonesia, nikah adalah ibadah, nikah itu menyempurnakan separuh agama 😀 (its my perspective loh ya)


Keramahan

indonesia-ramah

Yang terakhir ini sebenernya udah jadi rahasia umum, meskipun saya nggak pernah ke Korea tapi saya tau betul orang korea kurang toleran dan ramah terutama sama mereka yang dari asia tenggara. Mereka lebih suka negaranya dikunjungi bule dari pada sesama orang asia. Nah beda banget sama orang Indonesia yang amat sangat welcome sama orang-orang luar mau bule, orang asia, atau benua lain (?) karena yang bikin kita cinta sama Indonesia tuh dari perbedaan-perbedaannya yang bikin lucu, dan semoga Indonesia bisa jaga terus hal ini sampai kapanpun supaya bisa jadi contoh juga buat negara lain.

Uncategorized

just a random thought

Dulu pas kuliah pasti sering banget cerita cerita tentang masa depan, salah satunya nanti pengin tinggal dimana atau rumah impian kaya gimana, tinggal di apartemen atau rumah biasa aja, dan aku selalu jawab pingin tinggal di Bogor. Aku pingin tinggal di Bogor karna masih lumayan sejuk (asal bukan daerah pajajaran) selain itu karena banyak makanan enak enak dan yang paling penting ngga jauh dari Depok.

Aku pingin banget punya lingkungan rumah yang sejuuuukk, yang enak buat tidur, yang asri deh pokoknya, ntah lah bakal kesampean atau nda

Akhir-akhir ini aku lagi penat sama tuntutan hidup, kadang stres kalau mikirin tapi bahaya juga kalo ga dipikirin hmmm bingung kan. Terus kemarin waktu pulang dan menghadapi kemacetan (tiap hari ini mah) aku kepikiran pingin tinggal di daerah yang masih pedesaan aja. Tiap pergi ke Sukabumi (rumah bibi) rasanya beda aja gitu. Kalo disana belum subuh aja udah bangun karena dingin, terus speaker solawatan mushola buat bangunin subuh udah kenceng banget suaranya. Disana airnya juga masih bagus banget beda deh rasanya kalau mandi, lebih seger gitu. Suasana disana juga lebih religius, rasanya aku kangen magrib solat jamaah terus langsung ngaji, dengerin ceramah, huhu bahkan sekarang kalo ga magrib dijalan ya magrib di kantor. orang-orang disana juga santun santun beda banget sama disini yang kalo lagi macet terus kesenggol dikit langsung deh keluar kebun binatangnya :”

Nah masalahnya lagi kalau tinggal didesa terus kerja apaan? hahaha

Buat mencukupi hidup sebenernya bisa berternak, bertani, atau berkebun tapi pasti mikir lagi kalau masalah ini wkwkwk

mungkin ini bisa jadi alternatif dimasa tua nanti (kalau panjang umur pastinya)

21/12

Cheers

 

Uncategorized

Life After Collage Graduation

 

img-20160825-wa0035-1-1
Moment wisuda agustus kemarin ❤

 

Terhitung udah 3 bulan setelah aku wisuda Agustus kemarin, dan pertanyaan yang paling sering ku denger dari orang-orang yaitu: udah ngapain aja selama 3 bulan ini ? kok masih ngang*** HMMM. Ditulisan ini aku pengen berbagi kegalauan hidup sebagai fresh graduate (apakah aku masih bisa dikatakan fresh? ntahlah) hahaha

Seperti yang kita tau dan kita alami bahwa beban kuliah lebih berat dibanding sekolah, dari mulai tugas yang banyak banget dalam waktu bersamaan (apalagi tugas paper), urusan organisasi, belum lagi urusan pribadi kaya keluarga, keuangan, atau percintaan bagi beberapa orang. Makanya banyak yang menjadikan moment kelulusan kaya wisuda  ini bagaikan abis lepas dari sarang harimau. Beragam foto, ucapan terimakasih, dan lain lainnya meramaikan media sosial dari mulai path, instagram, snapchat, twitter, facebook, bahkan sampe blog kaya aku ini…padahal yang harus kita sadari setelah lepas dari sarang harimau kita masuk ke kandang buaya, macan, srigala, ular, dan hewan hewan buas lainnya WELCOME TO THE JUNGLE!

Pas lagi sidang sampe wisuda aku selalu ngingetin temen temen ku “guys kita jangan sampe terlena sama kebahagiaan yang fana ini” maksudnya biar gak foto-foto mulu, capek asli. Tapi temen-temen ku bilang “gapapa meee sehari doang ini” sok lah kita foto-foto lagi sampe dapet yang paling bagus buat di upload.

Sedikit flashback di masa gencar gencarnya ngerjain skripsi, yang ada dipikiran ku saat itu: “Aku pengen lulus yaallah, pengen lulussss, itu aja” dan akibat itulah masih banyak makhluk-makhluk yang setelah lulus bingung mau ngapain, seperti aku ini. Sebenarnya banyak banget opsi yang bisa kita lakukan setelah lulus

  • Ada yang mau jalan jalan dulu (ceritanya istirahat bentar setelah capek kuliah)
  • Ada yang pingin langsung kerja
  • Ada yang pingin magang dulu
  • Ada yang pingin lanjut kuliah (S2)
  • Ada yang pingin langsung nikah
  • Ada yang pingin merintis usaha
  • dan masih banyak lagi

Beberapa temen ku emang banyak yang liburan dulu abis wisuda, ada yang liburan bareng ke lombok, liburan sendiri mengelilingi dunia (ini orang banyak duitnya emang), dan ada juga yang gak kemana-mana kaya  aku. Liburan seminggu sampe sebulan setelah lulus emang enak banget tapi jangan sampe terlena jadi liburan mulu kecuali ngana adalah orang yang duitnya gak berseri.

Orang yang ingin langsung kerja juga banyak, banyak banget malah (aku contohnya), beberapa kali aku ikut rekrutmen instansi-instansi pemerintah yang prosesnya cukup panjang dan berakhir dengan kegagalan bahkan salah satunya udah mau tahap akhir dan gagal, sakit banget asli . 

Setiap orang punya pekerjaan impiannya masing-masing, aku pribadi juga begitu tapi jujur aja aku punya beberapa opsi mengingat hidup ini kadang gak selalu sesuai sama keinginan kita. Buat aku fokus sama satu impian itu emang penting, tapi lebih penting lagi mencari opsi lainnya yang cukup dekat dengan mimpi itu supaya ketika satu gagal maka ada semangat lagi untuk mencari yang lain.

Pilihan lain ketika kita belum dapet kerja alias masih nganggur adalah magang, dan sekarang aku juga lagi magang sambil tetep ngajar les. Ini kali keduanya aku magang, setelah sebelumnya karena memang program dari jurusan. Agak sedikit sangsi memang ketika kita udah lulus tapi bukannya kerja malah magang, tapi aku bersyukur aja karna banyak banget pelajaran yang bisa didapat saat magang. Bisa dibilang aku ini gagap kerja, suasana kerja sama kuliah itu 360 derajat beda bangeeeeet. Saat kuliah kita biasa kerjasama dengan orang-orang yang umurnya ga beda jauhlah paling beda juga 2-3 tahun (kecuali dosen ya), tapi ketika kerja kita dihadapi sama orang-orang yang bahkan seumuran sama orangtua kita. Terus lagi aku agak sedikit shock ketika kerja harus pake excel, selama kuliah aku ga pernah nyentuh excel karna semua dibikin pake word atau powerpoint, lebih malu lagi ketika aku ga ngerti gimana cara pake mesin fotocopy kantor, karena magang aku ngerti itu semua haha. Sekarang ini aku belajar excel lagi karena aku sadar itu kepake banget di dunia kerja. Magang sambil nunggu panggilan kerja, sambil ikut proses rekrutmen lain bisa jadi pilihan yang bijak.

Beberapa orang lainnya memilih langsung melanjutkan S2, sejujurnya keinginan aku untuk lanjut sekolah juga besar banget tapi sayang, saat ini keadaan finansial sama sekali tidak mendukung. Beasiswa untuk S2 sebenarnya banyak, tapi tempat yang aku pinginin mensyaratkan harus ada experience kerja selama 2 tahun. Aku juga masih meragukan niat aku untuk kuliah lagi apakah karena memang pingin menuntut ilmu atau karena takut menghadapi dunia kerja jadi ya sekolah lagi aja (beberapa orang begitu loh).

Ada juga yang lulus kuliah punya rencana-rencana lain kaya nikah atau buka usaha sendiri. Ngelihat banyak temen-temen SMP ku yang udah nikah rasanya pingin juga tapi nikah kan ga cuma karena kepingin, masih banyak aspek aspek kesiapan lainnya,tapi aku salut sama orang-orang yang milih nikah muda. Selain itu yang milih ngerintis usaha juga banyak, terutama mereka yang emang punya hobi di bidang yang sama dengan usahanya, bahkan sekarang ada temen ku yang ngejalanin startup, salut banget lah sama dia, keren!

Pasti kita pernah mikir (aku sih) kok orang lain enak yah, kok aku gini gini aja yah, tapi ku selalu yakin kalau setiap orang punya rezekinya masing masing dan setiap orang punya pilihan masing masing sama hidupnya. Aku selalu yakin ketika kita melalukan segala sesuatu dengan baik dan ikhlas maka kebaikan itu akan berbuah manis.

Everyone has their own redcarpet, tetap semangat dan selalu berdoa
Depok, 26 Nov 2016
-ditemani rintikan hujan

 

Uncategorized

Catatan Tentang Kepala Daerah: Leadership is Not Only Position but Action

 

Hanya segelintir tulisan (non ilmiah) untuk meramaikan euforia Pilkada dan mengobati kerinduan akan kelas Kepemimpinan Dalam Sektor Publik :’)-

follow-leader.jpg

Sosok Kepala Daerah kian menjadi sorotan seiring dengan banyaknya prestasi maupun kontroversi yang meramaikan media beberapa tahun ini. Siapa yang tidak kenal dengan beberapa Kepala Daerah seperti Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) si koko ganteng yang kalo kita liat di Tv sering banget marahin orang-orang yang kerjanya ga bener, Ibu Risma yang sangat tegas, Ridwan Kamil yang charming dan gaul (ku ngefans banget), Bapak Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi dengan segala macem inovasinya, Bapak Nurdin Abdullah yang banyak banget prestasinya dan sering banget dibahas sama dosen-dosen ku dulu, ada juga Ganjar Pranowo, Yoyok Riyo Sudibyo, Dedi Mulyadi, dan masih banyak lagi sosok Kepala Daerah keren lainnya. Selain prestasi , sosok Kepala Daerah juga sering diberitakan karena kontroversinya, misalnya saja kasus korupsi, kasus suap dll yang bikin kita pesimis “kalo kepala daerahnya gini gimana masyarakatnya mau maju”.

Mengutip kata Mc Gannon, “leadership is not position but action”.  bisa dibilang posisi Kepala Daerah dianggap strategis bagi beberapa orang yang punya niat baik dan yang punya niat buruk. Kalau yang punya niat baik pastinya untuk memajukan daerahnya sedangkan yang punya niat buruk posisi ini bisa dibilang adalah lahan untuk memperoleh kekayaan pribadi sebesar-besarnya, membangun dinasti politik, atau batu loncatan untuk maju Pilpres dan meninggalkan daerahnya (ini ga tau ya buruk atau baik tergantung dilihat dari segi mana) sehingga kepemimpinan Kepala Daerah seharusnya dimaknai dari aksi-aksi yang dapat dia lakukan bagi daerah.

Untuk menjalankan aksinya, Kepala Daerah harus memahami permasalahan apa saja yang menjadi fokus untuk diselesaikan. Selain itu Kepala daerah juga harus memahami karakteristik wilayahnya, hal ini berkaitan dengan cara yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah daerahnya. Misalnya saja untuk meningkatkan PAD dan memberantas kemiskinan, maka mereka harus mengerti post-post mana saja yang mampu mendongrak pendapatan daerah. Seperti yang telah dilakukan oleh Bupati Banyuwangi yang berhasil meningkatkan PAD sebesar 22,29 persen (detikcom) sehingga tinggat kemiskinan di Banyuwangi pun dapat berkurang. Lain hal yang dilakukan oleh Ridwan Kamil, ia adalah sosok yang sangat mengerti karakteristik masyarakat Kota Bandung, ia memimpin Bandung dengan cerdas, tegas, dan juga sangat santun, tidak heran kalau warga Bandung begitu mencintainya karena ia berhasil membuat Bandung menjadi Kota bahagia.

Dalam melaksanakan aksinya Kepala Daerah juga harus melek hukum dan memahami wilayah mana saja yang rawan terjadi korupsi, jangan sampai aksi-aksi yang dilakukan malah mengarah kepada tindak pindana korupsi. Hal ini pernah terjadi pada mantan Bupati Sragen yang menciptakan inovasi besar (masuk ke dalam 99 Inovasi terbaik pelayanan publik) namun justru menyeretnya pada penyalahgunaan APBD. Saat kasus tersebut terjadi, Kepala Daerah memang belum memiliki payung hukum yang jelas untuk melakukan inovasi, namun saat ini Undang-undang 23 tahun 2014 telah mengatur regulasi mengenai inovasi pemerintah daerah meskipun Peraturan Pemerintahnya belum diterbitkan, sehingga Kepala Daerah tidak perlu ragu lagi untuk melakukan inovasi di daerahnya.

Tahun depan, sebanyak 101 daerah yang terdiri dari 7 Provinsi, 76 Kabupaten dan 18 Kota akan melangsungkan pesta demokrasi untuk menentukan sosok yang akan memimpin wilayahnya. Pilihan memang ada ditangan kita masing-masing (apapun dasarnya) namun, ada baiknya untuk mengenali sosok yang akan kita pilih karena bagaimanapun merekalah yang akan menjadi pioneer bagi kesuksesan otonomi suatu daerah.

Bagi para Kepala Daerah: Ditunggu Pak, Bu aksi-aksi heroiknya!!!!!!!!!!!

 

Uncategorized

Rekomendasi KShow: Please Take Care of My Refrigerator

Kali ini aku mau bahas tentang salah satu variety show Korea yang recommended banget buat di tonton dan menjadi favoritku selain Runningman, Crime Scene dan The Genius. Judulnya Please Take Care of My Refrigerator atau biasa disingkat PTCOMR, di Korea emang lagi hits banget cooking show macem acara ini soalnya ada juga beberapa acara yang mirip-mirip dan aku belum sempet tonton. Sebenarnya acara ini udah dari tahun 2015 namun ku baru sempat berbagi cerita sekarang hahaha.

PTCOMR ini tayangnya di JTBC (tv kabel Korea), jadi isi acara ini tentang apa? Masak-masak doang kah?

1

Di awal acara kita disuguhkan dua MC kocak yang sering banget bilang “buttake” dan 8 Chef yang nantinya akan saling bertanding. Ga semua chef di acara ini bener-bener chef, maksudnya ada juga yang amatir chef, tapi skill masak nya ga bisa diremehin, bahkan sering juga mengalahkan yang beneran chef. Inilah 8 chef yang beberapa kali ganti formasi (ada yang keluar dan diganti chef lain).

2

 

Kemudian ada dua bintang tamu (aktris, aktor, idol, macem-macem lah) dan kulkasnya yang dateng ke acara ini, jadi nanti kulkas si bintang tamu akan di bedah isinya (?), apapun yang ada didalam kulkas si bintang tamu ini nantinya jadi bahan masakan buat si chef dan si bintang tamu akan me-request tema masakan yang dipertandingkan. Dalam satu episode, ada 4 chef yang masak buat satu bintang tamu, biasanya ada 2 tema masakan yang di request satu bintang tamu, nah 4 chef sisanya tanding buat bintang tamu lainnya buat episode mendatang.

Acara ini jadi seru kalau si bintang tamu kulkasnya sepi, alias ga ada apa-apa kayak pas episode Sunggyu (Infinite), doi kulkasnya jorok banget dan banyak bahan-bahan yang udah kadaluarsa bahkan busuk hahaha

72161058.2
Semua kebauan kulkas sunggyu (kulkas dorm Infinite lebih tepatnya)

episode GDragon juga seru karna di kulkas doi banyak banget bahan bahan mewah kaya truffle sama caviar.

339157_original
Truffle punya GD ini dari Paris, Chef Choi sampe kaget

Dicara ini aku punya 3 chef yang ku suka banget, mereka adalah…………..jeng jeng!

Chef KIM POONG

06cws0cmcykrut4novy5edm6qc7y3vu2

Pertama kali liat Kim Poong  sebenernya di The Genius Season 1, doi fav ku juga di The Genius selain Hong Jinho. Kim Poong jadi amatir chef karena doi sebenernya adalah penulis webtoon, tapi skill masak doi ini bener-bener keren. Seringkali masakan Kim Poong diketawain orang-orang karena namanya aneh atau bahan-bahannya aneh atau gaya masaknya yang aneh tapi pas udah sesi icip-icip makanan Kim Poong sering banget bikin orang ketawa karena ga nyangka rasanya enak (ini sering banget ada GS yang tiap icip makanan Kim Poong ketawa karena masakannya enak).

Chef LEE YEON BOK

image_05f4817d-32f9-47c4-addd-ef9f4a6485a5

Kalo LYB ini chef yang bener-bener chef, dia sebenernya spesialis chinese food tapi kayanya semua masakannya ga pernah gagal dan selalu enak (menurut yang udah nyobain, q kan hanya bisa nonton). Aku suka banget sama LYB karena kalo masak selalu keren apalagi skil motong-motongnya yang rapih banget, doi juga orangnya kayanya baik dan ga sombong gitu meskipun bisa dibilang expert banget dan udah senior banget. Chef LYB ini ternyata mentor nya Kim Poong, pernah suatu waktu mereka tanding di sesi yang sama dan kocak banget 😀

Chef SAM KIM

iMhhx9v-540x303

Chef ini juga bukan amatir, kalo Chef SK doi spesialis masakan Itali. Setiap tanding chef SK entah kenapa mukanya tegang banget, jadi sering dibercandain MC dan chef chef lain karena selalu grogi. Ku suka dia karena ku pernah nonton acaranya juga, namanya You Can Cook With Chef Sam Kim selain itu dia juga daddy-able banget (cek aja instagramnya).

Sebenernya aku juga suka chef Lee Won Il karena dia ekspresinya selalu lucu tapi urutan ke empat xoxo.

p.s: terima kasih bebes yang selalu download-in acara ini, jadi ku ga perlu download sendiri deh :>

my room

SKRIPSI (tidak se-menyeram-kan yang orang-orang bilang)

Halooooooooooooooo semuanyaaaa

Udah setahun lebih ga meramaikan blog ini dengan tulisan-tulisan alay dan sepertinya blog ini juga ga ada pengunjungnya hahaha, akhirnya aku kembali. Sedikit berbagi kabar baik bahwa 26 Agustus kemarin aku wisuda! yeay! setelah empat tahun penuh perjuangan baik suka maupun duka hahaha. Aku mau berbagi tulisan yang semoga aja ada manfaatnya (walaupun dikit), tulisan ini didasari atas pengalaman pribadi, jadi kalau beberapa merasa tulisan ini kurang sesuai tolong jangan bully aku yah!

maxresdefault

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=i_91k3DSNbA&noredirect=1

Kalau denger kata skripsi pasti yang ada di pikiran kita beberapa diataranya adalah: masalah, turlap, dospem, sidang.

Masalah: kuliah lama-lama eh akhirnya buat lulus disuruh cari-cari masalah. Pertama kali yang kita lakukan buat bikin skripsi adalah mencari masalah untuk menentukan apasih yang mau kita tulis, tujuan kita nulis itu apa, dan output dari skripsi kita itu harus bisa menyelesaikan masalah yang ada. Cari masalah buat skripsi itu susah banget karena harus bener-bener factual problem, kalo mau yang gampang ya  cari masalah sama dosen aja *abaikan. Setelah tau masalah apa yang mau diangkat ya sok aja susun latarbelakang dan mencari teori yang sesuai. Selain mencari masalah, cari teori juga susah-susah gampang, yang penting jangan males buat cari dan baca buku/jurnal, beberapa jurnal internasional yang sering ku kunjungin paling jstor atau proquest (karena gampang aksesnya). Satu lagi yang paling penting dalam nulis skripsi menurutku itu kesinambungan antara semua bab, ketika kamu udah menemukan itu inshaallah skripsimu akan baik baik saja.

Turlap alias turun lapangan: beberapa skripsi mengharuskan kamu untuk turun langsung ke lapangan. Turlap itu butuh banyak pengorbanan, dari mulai korban uang maupun korban kesabaran. Kita pasti butuh uang untuk pergi kesana kemari cari responden/narasumber, buat souvernir, dan ngeprint segala macemnya. Untuk menghadapi kekurangan uang sebenarnya bisa pake banyak cara:

  • Ngumpulin uang buat skripsi dari jauh-jauh hari
  • Cari site jangan yang jauh-jauh
  • Cari sponsor atau beasiswa skripsi
  • Souvernir cukup ucapan terima kasih atau kalo mau ngasih juga handmade aja (?)

Selain uang, kita juga perlu siapin banyak kesabaran dalam menghadapi hal-hal yang gak kita duga sebelumnya dilapangan. Banyak kasus skripsi yang terhambat ketika turun lapangan misalnya aja: ternyata ga ada masalah apa-apa, ditolak narasumber, kesulitan dapat data dll. Kuncinya ya sabar dan jangan menyerah, pasti ada aja pertolongan tuhan yang ntah datengnya dari mana aja (based on true story).

Dosen pembimbing: inilah yang sering banget dikeluhin banyak orang. Skripsi itu kolaborasi kamu sama dosen, walaupun persentasenya engga sebanding, tapi pasti ada kontribusi dosen didalamnya. Sebenernya bingung juga mau kasih tips kaya gimana karena tipe dosen yang macem-macem dan beda-beda, intinya sih menurutku kita wajib banget tau karakter dosen ini kaya gimana, suka dan gasukanya apa, supaya menghindari hal-hal yang gak dia suka. Menurutku juga semua dosen pasti ingin yang terbaik buat mahasiswanya jadi selalu berfikir positif juga akan membuat kamu mendapatkan banyak hal-hal positif 🙂

Sidang: sidang yang akan menentukan status kamu selanjutnya, bukan sidang tilang atau sidang perceraian, tapi sidang skripsi.

Kalau di UI dan di jurusan aku, untuk sidang skripsi ada dua tahapan, sidang proposal dan sidang laporan akhir.

Pertama sidang proposal, sidang ini membahas tulisan kita dari BAB 1-3 (sampai metode penelitian), menurutku sidang proposal itu krusial banget karena menentukan dasar dan rancangan penelitian kamu bakal gimana, disini kita akan dipertanyakan tentang hal-hal kaya (1) kenapa milih tema ini dan apa urgensinya (2) kenapa teori yang digunain kaya gitu (3) kenapa metode yang dipake seperti itu, dan banyak lagi. Disidang ini kita akan banyak dapat masukan dari dosen maupun teman (pembahas) yang nantinya bakal berguna banget terutama berkaitan sama kesinambungan skripsi dan turlap pastinya.

Kedua, sidang laporan akhir, sidang ini setelah turlap dan setelah skripsi udah bener-bener jadi (sampe udah ada simpulan dan rekomendasi). Menurutku kunci kesuksesan melewati sidang ini ya PD aja, karena kamulah yang paling tau dan paling ngerti mengenai isi skripsi kamu, ketika ditanya-tanya jawab yang yakin, jelas, dan jujur. Inshaallah lancar lancar aja sampai tahap akhir, tentunya setelah semua revisi juga selesai ;).

Setelah kamu melewati tahap skripsi, pasti kamu akan sadar ada banyak hal yang kamu dapat terutama selama proses pengerjaan. Pastinya pengetahuan juga akan bertambah karena banyak baca buku, data, artikel, jurnal dll, skripsi juga akan menambah relasi karena bisa ketemu banyak orang, apalagi kalo narsumnya orang-orang penting hahaha, selain itu kita juga akan banyak belajar tentang kesabaran, kejujuran dan kerja keras, menurutku ini pelajaran moral paling penting yang bisa kita dapat.

Semangat terus, skripsi ga se-menyeram-kan itu karena banyak hal yang lebih menyeramkan dihidup ini dan yang harus kita hadapi dibanding skripsi hahaha

Cheers

 

 

 

 

Uncategorized

baik?

Ketika kesempurnaan sudah berada diluar rasionalitas, maka menjadi idealis adalah sebuah pilihan

Hari ini saya belajar lagi mengenai hidup dan mengenai manusia.

Ternyata benar manusia memang jauh dari kesempurnaan, yang kamu kira baik belum tentu menjadi baik selamanya begitupun sebaliknya.

Yang jelas saya percaya kebaikan akan menghantarkan kita pada sesuatu yg baik pula, tinggal bagaimana kita belajar untuk memantaskan diri

Terima kasih atas kebaikannya, semoga allah selalu melindungi kita dengan segala kebaikanNya…amin